Tak urung jua kita menanggung luka
Berpisah dengan terpaksa, kerana dipaksa
Hanya kenangan yang bisa mempertemukan kita
Kapanpun 'kan hidup
Selamanya.......
KENANGAN ABADI
Author: zetdelta / Labels: cinta_poem.swarapujangga
REMBULAN
Author: zetdelta / Labels: filsafat_poemRahim dari sejarah
Secara diam-diam melahirkan zaman
dengan aborsi
Karena malu tanpa ayah
Berjuta pujangga memperkosanya
Sudah berapa banyak para sufi menyuntingnya
Demi melakukan persetubuhan alam
Semata merenggut hatinya
Yang tak pernah kering oleh do'a-do'a harapan
Yang tak pernah kering dari inspirasi dan imagi
Yang tak pernah kering rasa kerinduan.
Lihatlah!
Rembulan hingga kini masih membisu
Mengasuh anak-anaknya
Meski sang pujangga dan sufi
mati meninggalkannya
Tanyakan, apa dia merasa kesepian?
Rupanya tidak.
Ia berseri berbinar perawan
Setiap malam ia menebar pesona
Kendati rahimnya ada ribuan benih
Oleh janin para pencari makna hakiki
Aku pun membalas senyum itu
Ketika tanganku merogoh dadanya
Supaya dapat menyusu kehidupan
yang ditinggalkan pujangga dan para sufi
Agar jiwaku abadi seperti mereka
Ruang Tafakkur, 25082008
AKU BUKAN BUDAK
Author: zetdelta / Labels: falsafah_religiepoemaku bukan budak hasrat
menunggangi syahwat
tersungkur
lalu mlarat
aku bukan budak nafsu
selalu memburu
fatamorgana dan maya
aku bukan budak
aku abadi dalam jiwaku
dalam langkah-langkah tuhan
akulah tuan rumah hasrat
akulah pengendali nafsu
akulah pelaku zaman
SEKETIKA
Author: zetdelta / Labels: spiritual_poem.swarapujanggaaku terlahir pun, seketika
menghirup nafas
aku mati juga, seketika
tanpa bisa direncana
wahai maha seketika
"kun" tercipta ada
jadikan aku seketika
di pengampunanmu
pada do'a seribu
jadilah aku seketika
yang bisa mencintaimu
membawamu
memanggilmu
memelukmu
dalam suka duka
bahgia nestapa
diwaktu terjaga dan terpejam
dari hidup sampai hidup lagi
dalam abadi
aku tak ingin mati dalam sepi
131207
SEMOGA
Author: zetdelta / Labels: religi_poem.swarapujanggaMentari menepi
Redupkan terang
Cahayapun temaram
Menghadirkan malam
Hadiah apa yang kan kuterima
Ketika mataku terpejam
Semoga saja bukan mimpi, rumahku terbakar...