aku terlahir pun, seketika
menghirup nafas
aku mati juga, seketika
tanpa bisa direncana
wahai maha seketika
"kun" tercipta ada
jadikan aku seketika
di pengampunanmu
pada do'a seribu
jadilah aku seketika
yang bisa mencintaimu
membawamu
memanggilmu
memelukmu
dalam suka duka
bahgia nestapa
diwaktu terjaga dan terpejam
dari hidup sampai hidup lagi
dalam abadi
aku tak ingin mati dalam sepi
131207
SEKETIKA
Author: zetdelta / Labels: spiritual_poem.swarapujangga