REMBULAN

Author: zetdelta / Labels:

Rahim dari sejarah
Secara diam-diam melahirkan zaman
dengan aborsi
Karena malu tanpa ayah
Berjuta pujangga memperkosanya
Sudah berapa banyak para sufi menyuntingnya
Demi melakukan persetubuhan alam
Semata merenggut hatinya
Yang tak pernah kering oleh do'a-do'a harapan
Yang tak pernah kering dari inspirasi dan imagi
Yang tak pernah kering rasa kerinduan.

Lihatlah!
Rembulan hingga kini masih membisu
Mengasuh anak-anaknya
Meski sang pujangga dan sufi
mati meninggalkannya
Tanyakan, apa dia merasa kesepian?
Rupanya tidak.
Ia berseri berbinar perawan
Setiap malam ia menebar pesona
Kendati rahimnya ada ribuan benih
Oleh janin para pencari makna hakiki
Aku pun membalas senyum itu
Ketika tanganku merogoh dadanya
Supaya dapat menyusu kehidupan
yang ditinggalkan pujangga dan para sufi
Agar jiwaku abadi seperti mereka


Ruang Tafakkur, 25082008